Kamis, 17 September 2026

Cegah Penyalahgunaan Teknologi, Polresta Batang Gelar Edukasi dan Pelatihan Paham AI untuk Ratusan Pelajar

 

BATANG – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Batang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung literasi digital dan keselamatan generasi muda di era teknologi. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Paham Artificial Intelligence (AI) yang digelar bagi para siswa tingkat SMA/SMK/MA sederajat di SMK PGRI Batang, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan edukatif yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh 172 siswa dengan antusiasme tinggi. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan secara positif, bijak, dan bertanggung jawab.

Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR., CBA., menyampaikan bahwa pembekalan literasi teknologi sangat penting bagi pelajar agar mampu memanfaatkan ruang digital secara sehat sekaligus membentengi diri dari potensi penyalahgunaan teknologi seperti penyebaran hoaks maupun kejahatan siber.

Melalui pelatihan ini, peserta dibekali wawasan mendalam terkait perkembangan AI modern. Diharapkan para siswa dapat menjadikan teknologi cerdas ini sebagai sarana pendukung proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi diri di masa depan.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan pencapaian pembelajaran, sebanyak 134 siswa SMK PGRI Batang yang menyelesaikan rangkaian pelatihan berhasil meraih Sertifikat Paham AI resmi dari Senopati Academy.

Seluruh rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Polresta Batang bersama pihak sekolah tersebut berlangsung secara aman, tertib, dan lancar hingga usai.

UN Medal Tandai Kiprah Prajurit Kodam IV/Diponegoro Dalam Misi PBB


Bangui, Republik Afrika Tengah – Dedikasi prajurit TNI dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendapat apresiasi melalui Medal Parade Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XXXVII-L MINUSCA bersama Satgas Indo FPU 7 MINUSCA di Garuda Camp, Bangui, Republik Afrika Tengah, Rabu (16/9/2026).


Kegiatan tersebut menjadi momentum penghargaan atas dedikasi, disiplin dan profesionalisme personel Indonesia dalam menjalankan mandat United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA). Dalam kesempatan itu, para personel menerima UN Medal sebagai bentuk pengakuan atas pengabdian selama melaksanakan tugas misi perdamaian PBB.


Medal Parade dipimpin Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB sekaligus Head of MINUSCA Ms. Valentine Rugwabiza, Force Commander MINUSCA Lt Gen Humphrey Nyone, serta Deputy Force Commander MINUSCA Mayjen TNI Maychel Asmi, P.S.C., S.E., M.Han., bersama sejumlah pejabat dan undangan MINUSCA.


Bagi Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XXXVII-L MINUSCA, penghargaan tersebut tidak sekadar seremoni. Di balik UN Medal terdapat rangkaian pengabdian prajurit yang bekerja jauh dari tanah air, menjalankan tugas dengan disiplin dan tanggung jawab, sekaligus membawa nama baik TNI dan Negara Kesatuan Republik Indonesia di lingkungan misi internasional.


Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XXXVII-L MINUSCA dengan Main Body dari Yonzipur 4/TK di bawah Kodam IV/Diponegoro yang bermarkas di Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Penugasan yang dipimipin oleh Komandan Satgas Letkol Czi Septian Hermawan Saputra, S.I.P., M.Sc., M.Han. tersebut menjadi bagian dari pengabdian prajurit Yonzipur 4/TK dalam menjalankan tugas internasional sekaligus menunjukkan kapasitas prajurit Zeni Indonesia di tengah lingkungan multinasional.


Nilai-nilai yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat Jawa Tengah turut menjadi bekal dalam penugasan. Semangat gotong royong, guyub rukun, tepa selira, disiplin dan kerja keras diterapkan dalam membangun soliditas internal maupun kerja sama dengan personel dari berbagai negara yang tergabung dalam MINUSCA.


Jauh dari keluarga dan tanah air, para prajurit dituntut mampu bekerja sebagai satu tim, menghormati perbedaan serta mengutamakan kepentingan tugas. Setiap pekerjaan yang diselesaikan menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung mandat perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah.


Tidak berhenti pada kemampuan profesional, keberadaan Kontingen Garuda juga menjadi sarana memperkenalkan Indonesia melalui diplomasi budaya. Rangkaian Medal Parade dimeriahkan penampilan pencak silat serta beragam kesenian Nusantara dari Sumatra, Betawi, Jawa, Bali hingga Papua.


Kehadiran budaya Jawa menjadi bagian penting dalam penampilan prajurit Main Body Yonzipur 4/TK. Nilai gotong royong, guyub rukun dan tepa selira ditampilkan sebagai bagian dari identitas sekaligus jembatan interaksi dengan personel dari berbagai negara. Suasana semakin meriah ketika personel Indonesia bersama-sama mengikuti tarian Yerusalema dan Tabola Bale, yang menjadi ruang persahabatan dan kebersamaan lintas negara.


Bagi prajurit Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XXXVII-L MINUSCA, UN Medal menjadi simbol penghargaan atas pengabdian sekaligus kebanggaan bagi keluarga dan satuan di tanah air. Dukungan keluarga, doa orang tua, istri dan anak menjadi kekuatan moral yang menyertai setiap langkah prajurit selama menjalankan tugas di daerah misi.


Bagi Yonzipur 4/TK sebagai Main Body, capaian tersebut sekaligus menjadi bagian dari tanggung jawab satuan untuk menjaga kepercayaan negara. Kepemimpinan Letkol Czi Septian Hermawan Saputra bersama seluruh personel menjadi bagian dalam menjaga soliditas, profesionalisme dan kehormatan satuan selama menjalankan misi perdamaian.


Pengabdian tersebut menunjukkan bahwa prajurit TNI tidak hanya membawa kemampuan dan profesionalisme ketika menjalankan tugas di luar negeri, tetapi juga membawa identitas bangsa. Setiap tugas, pekerjaan dan interaksi menjadi bagian dari wajah Indonesia dalam pergaulan internasional

Dari Banyubiru, Kabupaten Semarang, prajurit Yonzipur 4/TK membawa semangat pengabdian menuju tanah Afrika. Dari Jawa Tengah untuk Indonesia, dan dari Indonesia untuk perdamaian dunia.


Melalui Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XXXVII-L MINUSCA, Yonzipur 4/TK terus menunjukkan komitmennya memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, negara dan perdamaian dunia. (Pendam IV/Diponegoro) 

Bersama Unsur Terkait, Koramil Baturraden Sigap Padamkan Api di Lahan Rakyat Kebumen


Banyumas – Anggota Koramil 02/Baturraden sigap melakukan pemadaman api yang membakar kawasan hutan/lahan rakyat milik Safir Grup di Desa Kebumen, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Kamis (17/9/2026). Penanganan dilakukan bersama Polsek Baturraden, Damkar dan masyarakat.

Api terlihat di Blok 10 Kidul Pekopen Gili Nipon, RT 08 RW 04, Grumbul Kebon Manis. Anggota Koramil langsung melakukan pemadaman bersama unsur terkait agar kobaran api tidak meluas ke bagian lahan lainnya.

Di lokasi, anggota Koramil 02/Baturraden bersama Polsek Baturraden, Damkar dan masyarakat bahu-membahu memadamkan api. Penanganan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan hingga kobaran api dapat dikendalikan.


Lokasi yang berada di kawasan lahan rakyat menjadi perhatian karena api dapat dengan mudah meluas saat mengenai tanaman dan material kering. Pemadaman dilakukan untuk membatasi area terdampak dan mencegah api menjangkau bagian lain di sekitar lokasi.

Penanganan bersama tersebut menjadi bagian dari respons terhadap kejadian kebakaran di wilayah. Koordinasi antara Koramil, Polsek, Damkar dan masyarakat dilakukan selama proses pemadaman agar api dapat dikendalikan.

Setelah dilakukan pemadaman bersama, api berhasil dikendalikan. Pemantauan tetap dilakukan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul. (Pendim 0701/Bms)

Rabu, 16 September 2026

Babinsa dan Linmas Bersinergi Laksanakan Patroli Malam


Banyumas – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menciptakan situasi wilayah yang tetap aman dan kondusif, Babinsa Koramil 24/Kedungbanteng Sertu Aliyanto bersama Linmas dan Banser melaksanakan patroli malam di wilayah binaan, Rabu malam. (16/09/2026)

Kegiatan patroli tersebut merupakan bentuk sinergi antara aparat kewilayahan dengan unsur perlindungan masyarakat dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban lingkungan, khususnya pada malam hari.

Dalam pelaksanaannya, Babinsa dan anggota Linmas menyusuri sejumlah titik yang dinilai perlu mendapat perhatian, termasuk kawasan permukiman warga, jalan lingkungan, fasilitas umum, serta lokasi yang menjadi aktivitas masyarakat. Patroli dilakukan secara dialogis dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Babinsa Sertu Aliyanto menyampaikan bahwa kegiatan patroli malam tidak hanya bertujuan untuk memantau situasi keamanan, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun komunikasi dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.

“Patroli ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Dengan adanya sinergi antara Babinsa, Linmas, dan masyarakat, berbagai potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini,” ujar Babinsa.

Selain melakukan pemantauan, personel juga mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Keberadaan Babinsa dan Linmas dalam kegiatan patroli malam diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus memperkuat sistem keamanan lingkungan yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Sertu Aliyanto menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi antara aparat kewilayahan, Linmas, pemerintah desa, serta masyarakat perlu terus diperkuat.

Melalui kegiatan patroli yang dilaksanakan secara rutin dan terkoordinasi, diharapkan kondisi keamanan wilayah tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dan beristirahat dengan aman dan nyaman.

Sinergi Babinsa dan Linmas menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap keamanan lingkungan sekaligus upaya bersama dalam menciptakan wilayah binaan yang aman, tertib, dan kondusif. (Pendim 0701/Bms)

Karhutla di Kandangserang Pekalongan Seluas 2 Hektare Berhasil Dipadamkan


KABUPATEN PEKALONGAN – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di lahan milik Supri, Dukuh Bojongkoneng, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Kamis (17/9/2026).


Kebakaran terpantau satu titik dengan luas lahan yang terbakar sekitar 2 hektare. Personel gabungan dari Koramil 14/Kandangserang, Polsek, Polhut dan masyarakat dikerahkan untuk melakukan penanganan.


Sebanyak 2 personel Koramil, 1 personel Polsek, 5 personel Polhut dan 20 warga turut membantu proses pemadaman. Petugas juga melakukan patroli serta sosialisasi kepada masyarakat sebagai upaya mencegah meluasnya kebakaran.


Setelah dilakukan penanganan bersama, api berhasil dipadamkan pada pukul 12.10 WIB. Situasi selanjutnya dilaporkan aman dan terkendali, sementara hal-hal menonjol nihil.  

Kebun Warga Terbakar di Windunegara, Anggota Koramil Wangon Cegah Api Meluas


Banyumas – Kobaran api membakar lahan perkebunan di Desa Windunegara, Kecamatan Wangon, Banyumas, Selasa (15/9/2026). Api menjalar di antara vegetasi sebelum penanganan dilakukan untuk menghentikan rambatannya.

Anggota Koramil 19/Wangon bersama Polsek Wangon, Damkar dan masyarakat bergerak ke lokasi. Pemadaman dilakukan secara bersama dengan menyasar titik-titik api sekaligus membatasi kobaran agar tidak merambat ke bagian lahan lainnya.

Danramil 19/Wangon Kapten Inf Susilo Prasetyo mengatakan, penanganan dilakukan dengan mengutamakan pengendalian api agar tidak menjalar ke area lain. Kondisi lahan yang mudah terbakar, menurutnya, membutuhkan respons segera dan kewaspadaan hingga seluruh titik api benar-benar terkendali.

Lahan yang terbakar merupakan kebun milik Rikun di RT 01 RW 01 Desa Windunegara. Vegetasi dan material kering di sekitar lokasi menjadi perhatian selama proses penanganan karena dapat mempercepat rambatan api.


Penanganan bersama terus dilakukan hingga kobaran dapat dikendalikan. Setelah api mereda, area yang terbakar kembali diperiksa untuk memastikan tidak terdapat bara yang berpotensi memunculkan kobaran baru.

Kebakaran lahan menjadi pengingat bahwa penggunaan api di area perkebunan membutuhkan kehati-hatian. Masyarakat diimbau tidak membakar sampah maupun sisa tanaman secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sejak awal. (Pendim 0701/Bms)

Kebakaran Lahan di Kedungwuluh Lor, Anggota Koramil Patikraja Bergerak Cepat Tangani Api


Banyumas – Kobaran api terlihat di kawasan lahan perkebunan Desa Kedungwuluh Lor, Kecamatan Patikraja, Banyumas, Senin (14/9/2026). Anggota Koramil 03/Patikraja bersama unsur terkait langsung melakukan penanganan untuk menghentikan rambatan api sebelum meluas ke area lainnya.

Penanganan di lapangan melibatkan Polsek Patikraja, BPBD Kabupaten Banyumas dan masyarakat. Upaya dilakukan secara bersama dengan memusatkan penanganan pada titik-titik yang masih terbakar serta mengantisipasi munculnya kembali api dari bagian lahan yang telah terbakar.

Lahan yang terbakar merupakan kebun milik Darkan dan Andi di wilayah RT 03 RW 04. Luas area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 0,25 hektare.

Kondisi lahan yang terbuka dengan material yang mudah terbakar membuat api berpotensi bergerak cepat. Karena itu, penanganan diarahkan untuk mengendalikan kobaran sekaligus menjaga agar api tidak merambat ke bagian lahan maupun lingkungan di sekitarnya.


Api akhirnya dapat dikendalikan setelah dilakukan penanganan bersama. Tidak hanya menghentikan kobaran, langkah tersebut juga memastikan bagian lahan yang terbakar tidak kembali menjadi titik api yang dapat memicu perluasan kebakaran.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar lahan, terutama pada kondisi yang mudah memicu kebakaran. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran sampah atau sisa tanaman secara sembarangan dan segera melaporkan setiap kemunculan titik api agar dapat ditangani sejak awal. (Pendim 0701/Bms)