Tampilkan postingan dengan label kepolisian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kepolisian. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 31 Oktober 2026

Sinergi dan Humanisme: Kapolresta Batang Gelar 'Minggu Kasih' Bersama Jemaat Gereja Bethel Maranatha Batang

 

BATANG — Wujud nyata kehadiran Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat kembali terlihat di Kabupaten Batang. Kapolresta Batang, Kombes Pol Warsono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR., CBA., bersama jajaran pejabat utama menggelar kegiatan Minggu Kasih di Gereja Bethel Maranatha Batang, Jalan Jenderal Sudirman No. 218, pada Minggu (1/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung usai ibadah Misa pagi tersebut tidak hanya menjadi sarana pengamanan, tetapi juga wadah silaturahmi yang hangat antara aparat kepolisian dan masyarakat.

Mengusung semangat "Polisi Bersama Masyarakat," kegiatan ini dihadiri oleh Wakapolresta Batang AKBP Dr. Herrie Purwanto, S.H., M.H., sejumlah pejabat utama Polresta, pengurus gereja, tokoh agama, serta puluhan jemaat.

Dalam sambutannya, Kapolresta Batang menegaskan bahwa jajarannya hadir tidak sekadar mengamankan jalannya kegiatan keagamaan, melainkan sebagai sahabat sekaligus mitra masyarakat.

"Kehadiran kami di sini adalah sebagai sahabat dan mitra masyarakat. Minggu Kasih merupakan ruang bagi kami untuk mendengarkan langsung keluhan, kekhawatiran, dan harapan masyarakat terhadap pelayanan Kepolisian, sejalan dengan komitmen Polri yang dekat, humanis, responsif, dan bekerja dengan hati nurani," ujar Kombes Pol Warsono di hadapan para jemaat.

Selain mendengarkan aspirasi warga, Kapolresta juga mengajak seluruh jemaat untuk terus merawat kerukunan dan toleransi beragama. Ia mengingatkan bahwa keberagaman suku, bahasa, dan agama merupakan kekuatan bangsa Indonesia dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolresta turut memaparkan upaya preventif yang terus dilakukan kepolisian, mulai dari optimalisasi peran Bhabinkamtibmas yang aktif mendampingi warga hingga kesiapan layanan darurat Call Center 110 yang bisa diakses kapan saja oleh masyarakat yang membutuhkan bantuan cepat.

Rangkaian kegiatan Minggu Kasih yang berjalan dengan aman, tertib, dan penuh keakraban ini ditutup dengan penyerahan cinderamata secara simbolis kepada pihak pengurus gereja sebagai bentuk tali asih dan eratnya kebersamaan antara Polresta Batang dan warga lintas elemen.

Melalui kegiatan jemput bola seperti ini, Polresta Batang berharap sinergi positif antara Polri dan masyarakat dapat terus terjaga demi mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di wilayah Kabupaten Batang.

Jumat, 30 Oktober 2026

Ajak Anak Disiplin Sejak Dini, Kasat Binmas Polres Batang Pimpin Binluh di SDN Proyonanggan 5

 

BATANG,— Satuan Tugas (Satgas) Preemtif Subsatgas Binmas Polresta Batang menggelar kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan (Binluh) di SDN Proyonanggan 5, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyukseskan Pelaksanaan Operasi Patuh Candi TA 2026.

Kegiatan edukasi tertib lalu lintas sejak dini ini dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polresta Batang, AKP Hartini, S.H., bersama jajaran anggota Subsatgas Binmas.

Dalam arahannya di hadapan para siswa dan guru, AKP Hartini menekankan pentingnya menanamkan kesadaran serta budaya tertib berlalu lintas sejak usia sekolah dasar.

"Melalui Operasi Patuh Candi 2026 ini, kami ingin memberikan pemahaman mendasar kepada para siswa mengenai pentingnya keselamatan jalan raya, seperti kewajiban memakai helm saat diantar orang tua, tidak membahayakan diri di jalan, serta mengenali rambu-rambu lalu lintas sederhana," ujar AKP Hartini.

Tidak hanya penyampaian materi secara satu arah, giat Binluh juga diisi dengan interaksi edukatif yang menyenangkan, seperti tanya jawab seputar aturan lalu lintas dan imbauan agar para siswa turut mengigatkan orang tua mereka untuk selalu tertib saat berkendara.

Pihak sekolah SDN Proyonanggan 5 menyambut positif kehadiran jajaran Satgas Binmas Polresta Batang. Kehadiran personel kepolisian di lingkungan sekolah dinilai sangat efektif untuk membentuk karakter disiplin serta kepedulian anak-anak terhadap keselamatan berkendara sejak dini.

Dengan digelarnya giat ini, diharapkan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Batang dapat ditekan, sekaligus menciptakan Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) yang kondusif selama pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026.

Kamis, 29 Oktober 2026

Kapolda Jateng Luncurkan Pancanaka di Batang, Nelayan Diajak Waspadai Narkoba dan Kecelakaan Laut

 

BATANG — Kepolisian Daerah Jawa Tengah memperkuat upaya pencegahan kriminalitas di wilayah pesisir melalui program Pancanaka yang melibatkan masyarakat, khususnya para nelayan. 

Program ini menyasar peningkatan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), keselamatan saat melaut, hingga kewaspadaan terhadap potensi penyalahgunaan jalur perairan untuk peredaran narkoba.

Program yang diinisiasi Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Tengah tersebut dilaksanakan di Desa Depok, Kabupaten Batang, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan diisi dengan sejumlah aksi, mulai dari pembagian jaket pelampung kepada nelayan, pemberian bibit, hingga penebaran benih ikan bandeng di tambak setempat.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan mengatakan, Pancanaka merupakan salah satu bentuk implementasi program Polisi Bersama Masyarakat. Melalui program tersebut, kepolisian mendorong partisipasi warga untuk ikut menjaga keamanan lingkungan, terutama di kawasan pesisir dan perairan.

“Yang ingin kami lakukan adalah program polisi bersama masyarakat ini kita uraikan menjadi kegiatan-kegiatan yang mengajak masyarakat berpartisipasi untuk terlibat dalam rangka mengantisipasi ancaman-ancaman yang terjadi di masyarakat Jawa Tengah, khususnya di Batang,” kata Roy, Kamis (29/10/2026).

Menurut Roy, masyarakat pesisir, terutama nelayan, memiliki peran strategis karena beraktivitas langsung di wilayah perairan. Keterlibatan mereka dinilai penting untuk membantu mendeteksi potensi gangguan keamanan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman.

Selain menjaga keamanan, Pancanaka juga menitikberatkan pada pencegahan kecelakaan laut. Edukasi keselamatan menjadi bagian penting untuk melindungi masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada aktivitas perikanan.

“Wah, sangat penting. Kita juga berusaha mengedukasi masyarakat di sisi-sisi pantai, termasuk para nelayan, supaya hal-hal yang tidak kita inginkan terkait dengan ancaman-ancaman yang ada di laut juga bisa kita antisipasi,” ungkapnya.

Pembagian jaket pelampung menjadi salah satu langkah konkret untuk meningkatkan kesiapsiagaan nelayan saat melaut. Upaya tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman mengenai keselamatan, kondisi cuaca, dan potensi bahaya di perairan.

Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono menjelaskan, Pancanaka merupakan program Ditpolairud Polda Jawa Tengah yang menekankan kerja sama antara Polri dan masyarakat dalam menjaga kamtibmas, khususnya di wilayah perairan.

Menurut Warsono, kondisi keamanan di kawasan pesisir dan perairan Batang secara umum dinilai aman dan kondusif. Meski demikian, langkah pencegahan tetap perlu diperkuat melalui kolaborasi antara kepolisian, nelayan, dan masyarakat setempat.

Salah satu perhatian kepolisian adalah potensi penyalahgunaan jalur laut untuk peredaran narkoba. Nelayan diingatkan agar tidak mudah menerima tawaran atau titipan barang dari orang yang tidak dikenal, terutama jika asal-usul dan isi barang tersebut tidak jelas.

Kewaspadaan itu diperlukan untuk mencegah nelayan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan peredaran narkoba, baik melalui bujuk rayu maupun tanpa sepengetahuan mereka.

Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau indikasi tindak pidana di wilayah perairan.

Langkah tersebut penting agar nelayan dapat menjadi mitra kepolisian dalam menjaga keamanan, bukan justru dimanfaatkan oleh jaringan kejahatan.

Untuk mengantisipasi kecelakaan laut dan gangguan keamanan, Polresta Batang mengandalkan pendekatan preemtif dan preventif. Pendekatan preemtif dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi mengenai potensi bahaya, titik rawan, serta pentingnya keselamatan saat melaut.

Sementara itu, langkah preventif dilakukan melalui patroli oleh Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) bersama Ditpolairud Polda Jawa Tengah.

Kombinasi edukasi dan patroli tersebut diharapkan dapat menekan peluang terjadinya tindak kriminalitas sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kecelakaan maupun gangguan keamanan.

Warsono menegaskan, keberhasilan menjaga keamanan pesisir tidak hanya bergantung pada aparat kepolisian. Partisipasi masyarakat, terutama nelayan yang sehari-hari beraktivitas di laut, menjadi bagian penting dalam mendukung upaya tersebut.

Melalui Pancanaka, kepolisian berharap komunikasi antara petugas dan masyarakat semakin kuat sehingga berbagai potensi ancaman dapat dikenali dan dicegah sejak dini.

Selain berfokus pada keamanan dan keselamatan, kegiatan Pancanaka di Desa Depok juga diisi dengan penebaran benih ikan bandeng di tambak setempat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan yang menggabungkan upaya menjaga keamanan dengan aktivitas sosial yang diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat pesisir.

Warsono menyebut penebaran benih bandeng itu diharapkan memberikan manfaat pada masa mendatang.

Melalui kegiatan tersebut, keterlibatan kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan lewat patroli dan penegakan hukum, tetapi juga melalui aktivitas yang mendorong partisipasi warga.

Bagi Kabupaten Batang yang memiliki kawasan pesisir dan aktivitas perikanan, kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan dapat membantu menjaga perairan tetap aman, meningkatkan keselamatan nelayan, serta mendukung keberlangsungan kegiatan ekonomi warga.

Selasa, 27 Oktober 2026

Satlantas Polresta Batang Bersama Kemenhub Gelar Ops Patuh Candi 2026 di UPPKB Subah, Puluhan Truk ODOL Jadi Sasaran

 

BATANG — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Batang bersama Kementerian Perhubungan Darat menggelar penegakan hukum dan imbauan dalam rangka Operasi Patuh Candi 2026. Kegiatan gabungan ini dipusatkan di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Subah, Kabupaten Batang, Rabu (28/10/2026).

Operasi yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB ini difokuskan pada kendaraan angkutan barang serta keselamatan pengguna jalan guna menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polresta Batang.

Kasat Lantas Polresta Batang, Kompol Dwi Panji Lestari, S.H., S.I.K., memimpin langsung jalannya kegiatan bersama jajaran pejabat dari BPTD Kelas I Jawa Tengah Kemenhub, di antaranya Kepala Bidang Lalu Lintas dan Pengawasan Bapak Iwan Budiyono, Kepala Seksi Pengawasan Bapak Ari Widi Wibowo, serta Pengawas Satuan Pelayanan UPPKB Subah Bapak Mariyoko.

Dalam arahannya, petugas gabungan menyasar sejumlah pelanggaran kasat mata yang berpotensi memicu kecelakaan fatal, meliputi:

  • Kendaraan truk yang melebihi muatan atau Over Dimensi Over Load (ODOL).
  • Truk angkutan barang yang tidak menempelkan stiker scotlite di bagian belakang bak kendaraan.
  • Pengecekan fungsi lampu kota dan lampu pengereman truk untuk mengantisipasi risiko tabrak belakang (rear-end collision).
  • Pemeriksaan kelengkapan berkendara secara umum.
  • Pemberian imbauan keselamatan kepada para pelajar yang kedapatan tidak menaati aturan lalu lintas.

Selain memberikan tindakan penegakan hukum (tilang) bagi pengendara yang terbukti melanggar aturan lalu lintas, petugas juga mengedepankan langkah persuasif. Sopir truk yang bak kendaraannya belum dilengkapi pemantul cahaya (scotlite) diberi teguran sekaligus imbauan agar segera memasangnya demi keselamatan bersama di jalan raya.

Petugas juga memberikan edukasi dan pemahaman kepada para pelajar serta pengguna jalan agar senantiasa berhati-hati, mematuhi rambu-rambu, dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.

Melalui Ops Patuh Candi 2026 ini, Polresta Batang berharap tingkat kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, sehingga tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif di Kabupaten Batang.

Sinergi Satlantas Polresta Batang dan Kemenhub Gelar Ops Patuh Candi di UPPKB Subah, Fokus Sasaran Truk ODOL hingga Keselamatan Pelajar

 

BATANG — Dalam rangka pelaksanaan Operasi Patuh Candi, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Batang bersama Kementerian Perhubungan Darat menggelar kegiatan imbauan serta penegakan hukum terhadap para pelanggar lalu lintas yang berpotensi memicu kecelakaan. Kegiatan kolaboratif ini dipusatkan di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Subah, Kabupaten Batang.

Operasi gabungan ini menyasar sejumlah potensi kerawanan dan pelanggaran di jalan raya, yang terangkum dalam sasaran strategis berikut:

Kendaraan bermotor truk yang melebihi muatan atau Over Dimension Over Loading (ODOL).

Kendaraan truk yang tidak menempelkan scotlite (reflektor) pada bagian bak truk guna meningkatkan visibilitas di malam hari.

Pengecekan lampu kota dan lampu pengereman truk untuk mengantisipasi risiko kecelakaan tabrak belakang (rear-end collision).

Pemeriksaan kelengkapan berkendara secara menyeluruh bagi pengguna jalan.

Pemberian imbauan keselamatan kepada pelajar sekolah yang kedapatan tidak menaati aturan lalu lintas.

Pelaksanaan kegiatan di lapangan dipimpin langsung oleh jajaran pejabat lintas instansi yang hadir secara sinergis, yakni:

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Pengawasan BPTD Kelas I Jawa Tengah (Kemenhub), Bapak Iwan Budiyono

Pengawas Satuan Pelayanan UPPKB Subah, Bapak Mariyoko

Kepala Seksi Pengawasan BPTD Kelas I Jawa Tengah (Kemenhub), Bapak Ari Widi Wibowo

Kasat Lantas Polresta Batang, Kompol Dwi Panji Lestari, S.H., S.I.K.

KBO Satlantas Polresta Batang, Iptu Reno Akhir S., S.Km.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Batang, Ipda Andika Chandra K., S.H., M.H.

Selain unsur pimpinan, kegiatan ini turut didukung oleh kekuatan personel gabungan yang terdiri atas 6 personel Satlantas Polresta Batang dan 10 personel Satuan Pelayanan UPPKB Subah.

Melalui kegiatan gabungan ini, diharapkan tingkat kesadaran hukum para pengemudi angkutan barang maupun masyarakat pengguna jalan semakin meningkat. Upaya preemtif, preventif, dan penegakan hukum yang humanis ini diharapkan mampu menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas secara signifikan di wilayah hukum Polresta Batang

Tanamkan Disiplin Sejak Dini, Polresta Batang Berikan Pembinaan Tertib Berlalu Lintas di SDIT Ar-Roudloh

 

BATANG — Polresta Batang melaksanakan pembinaan tertib berlalu lintas kepada para siswa SDIT Ar-Roudloh dalam rangka Operasi Patuh Candi 2026. Kegiatan tersebut dipimpin Kasubsatgas Binmas AKP Sri Hartini, S.H., sebagai upaya menanamkan kesadaran dan kedisiplinan berlalu lintas sejak usia dini.

Pembinaan ini menjadi sarana edukasi bagi para pelajar untuk memahami pentingnya menjaga keselamatan saat beraktivitas di jalan. Melalui lingkungan sekolah, pesan tertib berlalu lintas diharapkan dapat dipahami dan diterapkan secara bertahap hingga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, AKP Sri Hartini, S.H., memberikan imbauan kepada para siswa agar selalu menggunakan helm berstandar SNI ketika dibonceng sepeda motor, termasuk saat menempuh perjalanan jarak dekat. Penggunaan helm merupakan salah satu bentuk perlindungan diri yang perlu dibiasakan sejak kecil dengan dukungan orang tua.

Para siswa juga diingatkan agar tidak mengendarai kendaraan bermotor karena belum cukup umur. Untuk perjalanan menuju maupun pulang sekolah, anak-anak diharapkan mengikuti arahan orang tua dan guru serta mengutamakan cara perjalanan yang aman.

Selain keselamatan saat menjadi penumpang, pembinaan turut menekankan pentingnya kehati-hatian ketika berjalan kaki dan menyeberang jalan. Para siswa diimbau menggunakan tempat penyeberangan yang tersedia, memperhatikan kondisi lalu lintas dari kedua arah, serta meminta bantuan guru atau orang dewasa apabila diperlukan.

Kedisiplinan juga perlu diterapkan di sekitar gerbang sekolah. Para siswa diingatkan agar tidak berlari atau bermain di badan jalan serta tetap memperhatikan kendaraan yang melintas, terutama pada waktu kedatangan dan kepulangan sekolah.

Melalui pembinaan tersebut, para pelajar turut diajak menjadi pengingat keselamatan di lingkungan keluarga. Anak-anak dapat mengingatkan orang tua secara santun untuk menggunakan helm, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, tidak menggunakan ponsel saat berkendara, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan.

Peran guru dan orang tua menjadi bagian penting dalam membentuk perilaku tertib berlalu lintas. Keteladanan serta pendampingan yang dilakukan secara konsisten akan membantu anak memahami bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.

Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab bersama para siswa dan pihak sekolah. Kebersamaan terlihat saat AKP Sri Hartini, S.H., beserta personel kepolisian berfoto bersama para siswa dengan membentangkan spanduk pembinaan tertib berlalu lintas dalam rangka Operasi Patuh Candi 2026.

Operasi Patuh Candi 2026, yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026, menjadi momentum untuk memperkuat edukasi mengenai kepatuhan dan keselamatan berlalu lintas. Pembinaan kepada pelajar merupakan salah satu upaya membangun kesadaran tersebut sejak usia dini.

Melalui kegiatan di SDIT Ar-Roudloh ini, Polresta Batang berharap para siswa semakin memahami pentingnya menjaga keselamatan diri dan menghormati pengguna jalan lainnya. Dengan dukungan sekolah serta keluarga, kebiasaan tertib berlalu lintas diharapkan dapat terus tumbuh dan diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Mutasi di Lingkup Polresta Batang, Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek Resmi Berganti

 

BATANG — Polresta Batang menggelar Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) sejumlah Pejabat Utama (PJU) serta kapolsek jajaran. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rupatama Polresta Batang pada Senin (26/10/2026) pukul 09.00 WIB.

Upacara dipimpin langsung oleh Kapolresta Batang serta dihadiri oleh Wakapolresta Batang, Pejabat Utama (PJU) Polresta Batang, para kapolsek jajaran, satu pleton perwira staf, serta pengurus dan anggota Bhayangkari.

Adapun pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan

Kabaglog Polresta Batang: Resmi dijabat oleh KOMPOL ASFAURI, S.H., M.H. yang sebelumnya menjabat sebagai Kasigar Subditgakkum Ditlantas Polda Jateng. Ia menggantikan KOMPOL WIGIYADI, S.H., M.Si. yang kini mengemban tugas baru sebagai Kabagops Polres Semarang Polda Jateng.

Kapolsek Bandar: Resmi dijabat oleh AKP BUDI PRAYITNO, S.H. (sebelumnya Kasiwas Polresta Batang), menggantikan IPTU BAGUS PRIYO ATMOJO, S.H., M.H. yang mendapat penugasan baru sebagai Pama Polresta Batang.

Kapolsek Bawang: Resmi dijabat oleh AKP SUGIYONO, S.H. yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Sukorejo Polres Kendal. Ia menggantikan AKP SLAMET RIYANTO yang kini menjabat sebagai Pama Polresta Batang.

Rangkaian acara sertijab berjalan khidmat sesuai susunan protokol upacara, mulai dari laporan perwira upacara, penghormatan pasukan, pembacaan Keputusan Kapolda Jateng, pengangkatan dan pengambilan sumpah jabatan oleh Inspektur Upacara, penandatanganan berita acara serah terima jabatan, amanat, pembacaan doa, hingga penutupan.

Seluruh rangkaian kegiatan upacara serah terima jabatan di lingkungan Polresta Batang tersebut berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar.

Cegah Kenakalan Remaja, Kapolresta Batang Beri Pembinaan kepada Siswa SMP N 4

 

BATANG – Kapolresta Batang, KBP Warsono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR., CBA., memberikan pembinaan kepada siswa-siswi SMP Negeri 4 Batang saat menjadi Inspektur Upacara (Irup), Senin (26/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti kepala sekolah, dewan guru, staf, dan seluruh siswa. Kapolresta didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polresta Batang.

Kombes Warsono mengingatkan kepada pelajar tentang bahaya keterlibatan dalam kelompok bermotor anarkis yang berpotensi memicu kriminalitas dan merugikan masa depan.

“Bijak menggunakan media sosial, menyaring informasi, serta berhati-hati dalam mengunggah konten agar tidak menimbulkan persoalan,” katanya.

Pelajar harus fokus belajar, mengembangkan potensi, dan menorehkan prestasi melalui kegiatan positif demi meraih cita-cita.

“Pembinaan ini merupakan langkah preventif Polresta Batang untuk meningkatkan kesadaran hukum sekaligus menjaga situasi Kamtibmas kondusif,” tambahnya.

Melalui edukasi di lingkungan sekolah, Polresta Batang berharap para pelajar tumbuh menjadi generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menjaga diri dari perilaku negatif.

Senin, 26 Oktober 2026

Operasi Patuh Lalu Lintas 2026, Polisi Sampaikan Imbauan Keselamatan kepada Pengemudi di Batang

  

BATANG – Personel kepolisian menyampaikan imbauan keselamatan kepada pengemudi di jalan raya wilayah Kabupaten Batang, Selasa (27/10/2026). Kegiatan dalam rangka Operasi Patuh Lalu Lintas 2026 tersebut menjadi sarana mengajak masyarakat meningkatkan kedisiplinan dan kepedulian terhadap keselamatan berkendara.

Dengan pendekatan dialogis, petugas berkomunikasi langsung dengan pengemudi. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan dapat mengingatkan pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta kesiapan kondisi kendaraan menjadi bagian penting dalam mewujudkan perjalanan yang aman. Pengemudi juga perlu menjaga konsentrasi dan memastikan kondisi tubuh tetap prima selama berkendara.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak menjadikan tertib berlalu lintas sebagai kebiasaan sehari-hari. Kesadaran dan kerja sama seluruh pengguna jalan diharapkan mampu mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Batang.

Operasi Patuh Candi 2026 Dimulai, Polresta Batang Fokus Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

 

Batang – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Batang menggelar Operasi Patuh Candi 2026 dalam menghadapi lonjakan angka kecelakaan lalu lintas, Apel Gelar Pasukan yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Batang, Kombes Pol Warsono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR., CBA., bertempat di Halaman Mapolresta Batang, J, pada Senin (26/10/2026).

Kombes Pol Warsono menyoroti data mengkhawatirkan dari Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng.

“Tercatat, sepanjang periode Januari hingga September 2026, telah terjadi 6.935 kasus kecelakaan lalu lintas. Angka ini merepresentasikan lonjakan tajam sebesar 28% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025,” ujar Kapolresta.

Merespons tren peningkatan tersebut, jajaran Polda Jawa Tengah beserta polres di bawahnya menggelar operasi kepolisian terpusat yang akan berlangsung selama dua pekan, terhitung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Mengusung tema “Polisi bersama masyarakat mewujudkan lalu lintas yang tertib aman dan berkeselamatan”, Operasi Patuh Candi 2026 dirancang bukan sekadar untuk penegakan hukum, melainkan untuk membangun kesadaran kolektif.

Kapolresta menambahkan  operasi ini mampu mendongkrak tingkat kedisiplinan masyarakat dalam berkendara.  

" Operasi Patuh candi 2026 ini agar menyadarkan pengguna jalan akan pentingnya mengutamakan keselamatan demi menekan angka kecelakaan lalu lintasm" tambahnya.

Apel gelar pasukan turut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polresta Batang, personel Kodim Batang, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Batang, serta Satpol PP Kabupaten Batang.